UKM-GALLERY & PAVILIUM PROVINSI (Gd. SME TOWER Jl. Gatot Subroto Kav 94 Jakarta).... Dapatkan Discount 50% All item produk Tas Devushka, berlaku 02 Januari s/d 31 Januari 2012 di Ukm-Gallery 2nd Floor. Dapatkan Discount 30%Khusus untuk produk pilihan Anais Bag di Ukm-Gallery 2nd Floor Promo mulai tanggal 27 Desember s/d 15 Januari 2012.... Discount 20% All Item Batik Ariyani berlaku dari tanggal 15 Desember s/d 15 Januari 2012 di Ukm Gallery Ground Floor.... Discount 20% untuk setiap pembelian Onie Craft di Ukm-Gallery Ground Floor dan Pavilium Provinsi Dki-Jakarta Lt.12.... Discount 25% khusus product piring besar Ukm Herwana di Ukm Gallery 2nd Floor.... Discount All Item 5% Untuk setiap pembelian produk Ukm CIE Bordir Provinsi Jawa Barat, di Pavilium Provinsi Jawa Barat 3rd Floor.... Discount 30% Khusus produk Ukm BEBOTZ di Ukm Gallery 2nd Floor.

Sabtu, 24 September 2011

Si Kecil Super Sibuk!

Dorongan rasa ingin tahu yang begitu besar membuatnya terus saja bergerak ke sana kemari tanpa henti, walaupun ia belum pandai berjalan. Ia dapat membuat seluruh rumah berantakan.
Kepandaiannya membuat Anda kagum dan menduga ia berkembang terlalu cepat dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Apalagi jika Anda membandingkan ia dengan beberapa bulan sebelumnya.
Daya ingatnya yang berkembang pesat membuat anak 1 tahun mampu mengingat di mana benda-benda diletakkan. Ia ingat di mana letak mainannya Anda simpan.
Beberapa bulan melewati usia pertamanya, ia memiliki kesibukan baru, misalnya saja menyimpan remote, buku, pensil, mainan, ataupun benda lainnya di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Jadi, jangan terburu panik jika Anda kehilangan sesuatu. Tanyakan padanya dengan baik-baik, ia akan dengan mudah mendapatkannya kembali. Namun jangan marah kepadanya jika ia menggeleng.
Sebaiknya Anda memberikan lingkungan yang aman karena aktivitasnya yang tak terduga. Kunci pintu rumah pun perlu diperhatikan.
Menjelang ulang tahunnya yang kedua, bisa saja Si Kecil sudah mahir membuka kunci. Hati-hati meletakkan kunci, karena dapat membahayakannya. Contoh bisa saja secara tidak sengaja ia mengunci dirinya sendiri di dalam ruangan dan tidak bisa membukanya kembali.
Sebaiknya Anda tidak meletakkan pisau dan benda tajam lainnya di tempat yang mudah dijangkau Si Kecil.
Awasi Si Kecil jangan sampai lengah, tidak apa-apa ia tetap sibuk karena ia sedang belajar.

Tahap Perkembangan Anak

Tahap perkembangan umum seorang anak:
Sebelum 12 bulan
Orang tua sebaiknya mengamati anaknya apakah ia dapat menggunakan suaranya untuk berhubungan dengan lingkungannya. Pada usia ini, anak umumnya tertarik dengan suara-suara. Seorang bayi yang hanya melihat dengan penuh perhatian tetapi tidak memberikan respons pada suara menunjukkan adanya gangguan pendengaran.
Usia 12 sampai 15 bulan
Anak pada usia ini mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya dengan mulai menggumamkan suara-suara dan mengucapkan satu atau dua patah kata dengan jelas. Biasanya kata-kata awalnya berupa kata benda. Anak usia ini juga sudah mulai dapat memahami dan menuruti perintah sederhana dari anda seperti "ambilkan mainan".
Usia 18 sampai 24 bulan
Anak usia ini mempunyai sekitar 50 kata dalam perbendaharaan katanya dan saat ia mulai mencapai usia 2 tahun akan mulai dapat menyusun kata-kata, seperti "kakak tidur" atau "anjing lompat". Pada usia ini, anak mulai dapat mengerti tentang konsep, seprti konsep ruang yaitu di luar, di dalam, di samping, dan sebagainya.
Usia 2 sampai 3 tahun
Umumnya anak usia ini mengalami perkembangan pesat dalam kemampuan berbicaranya. Perbendaharaan katanya sangat meningkat dan ia mulai dapat menyusun kalimat dengan 3 atau lebih kata-kata. Kemampuan pemahaman seorang anak juga akan meningkat, ia akan mulai mengerti perintah seperti "letakkan di atas meja" atau "letakkan di bawah tempat tidur". Ia juga mulai mengerti konsep deskriptif seperti besar dan kecil dan indentifikasi warna.

Gangguan tidur pada anak

Tidur merupakan aktifitas yang penting bagi manusia khususnya untuk anak-anak. Jangan sepelekan kebutuhan tidur anak, karena pada saat tidur, pertumbuhan otak balita mencapai puncaknya. Tidak hanya itu, otot, kulit, sistem jantung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh anak-anak memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia terbangun.
Merujuk satu penelitian Sekartini dkk pada 2004-2005 di lima kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Palembang dan Batam), Rini mengungkapkan, sebanyak 72,2 persen orangtua menganggap masalah tidur pada balita bukan masalah atau hanya merupakan masalah kecil.
Penelitian yang sama juga mengungkapkan, ada sekitar 44 persen balita yang mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari dan kurang tidur. "Bayi dikatakan mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang dari 9 jam, terbangun lebih dari 3 kali dan lama terbangunnya lebih dari 1 jam. Selama tidur bayi terlihat selalu rewel, menangis dan sulit jatuh tidur kembali," tutur Rini.
Masalah gangguan tidur tak hanya terjadi di Indonesia. Dr Rini memamparkan hasil penelitian di sejumlah negara, antara lain, di Beijing, China dikatakan 23,5 persem anak usia 2-6 tahun mempunyai gangguan tidur. Di Swiss, ada 20 persen anak usia 3 tahun terbangun setiap malam. Sedangkan di Amerika, sebanyak 84 persen anak usia 1-3 tahun menderita gangguan tidur yang menetap (sulit untuk tidur pada waktu malam/terbangun pada malam hari).
Namun, bila dicermati, keluhan ini tidak ditanggapi secara serius. Padahal gangguan ini bila tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak.
Pola tidur normal
Lama tidur tergantung dari usia, semakin bertambah usia seseorang kebutuhan untuk tidurnya semakin berkurang. Pada bayi dan anak kecil sebagian besar waktu digunakan untuk tidur, sedang pada lanjut usia yang terjadi adalah sebaliknya.
Bayi baru lahir biasanya tidur selama 16-20 jam yang dibagi menjadi 4-5 periode. Pola tidur bayi masih belum teratur, hal ini bisa disebabkan karena banyak faktor. Tetapi perlahan-lahan akan bergeser sehingga lebih banyak waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan siang hari.
Berikut adalah periode lama tidur yang dibutuhkan oleh anak-anak.
  • Usia 1-4 bulan : 14 setengah – 15 setengahjam per hari
  • Usia 4-12 bulan : 14 – 15  jam per hari
  • Usia 1-3 tahun : 12 – 14 jam per hari
  • Usia 3-6 tahun : 10 tiga per empat  – 12 jam per hari
  • Usia 7-12 tahun : 10  - 11 jam per hari
  • Usia 12-18 tahun : 8 satu per empat â€“ 9 setengah jam per hari

Bermain Merangsang Kecerdasan Anak

Usia 0 sampai 6 tahun merupakan masa kritis bagi anak untuk mengoptimalkan perkembangan emosi dan intelektualnya. Di rentang usia ini, si kecil mengembangkan sekitar 75% kapasitas otaknya.
Bernard Devlin peneliti dari Universitas Pittsburg, Amerika Serikat, berpendapat bahwa peran genetik terhadap optimalisasi otak hanyalah 48%. Selebihnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Bermain, diakui para ahli, sebagai salah satu stimulasi dari lingkungan yang dapat membantu memaksimalkan perkembangan otak anak. Melalui bermain, Si Kecil bisa mengoptimalkan semua kemampuannya. Tentu saja orangtua punya peran penting dalam memilihkan kegiatan bermain yang tepat, sesuai tahap perkembangan anak.
"Anak yang aktif secara fisik memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di sekolah," kata Jack Kern, profesor kinesiologi dari University of Arkansas, Amerika Serikat.
Berbagai penelitian membuktikan, bermain merupakan stimulasi efektif dalam menunjang tumbuh kembang optimal anak. Dua orang psikolog, Jerome Bruner dan Brian Sutton-Smith, yang meneliti perkembangan kognitif manusia mengatakan, bermain menghasilkan atmosfer santai, sehingga anak dengan mudah belajar berbagai cara untuk mengatasi masalah yang ditemuinya ketika bermain. Menurut keduanya, pada saat bermainlah anak sering terlibat dalam proses pemecahan masalah.
Sementara itu D.G. Singer & J. Singer, peneliti senior dan profesor di bidang psikologi perkembangan dari Amerika Serikat, dalam buku mereka The House of Make Believe, mengatakan anak prasekolah yang banyak melewatkan waktu bermain sosiodrama,umumnya lebih menonjol dalam kompetensi dan perkembangan intelektualnya. Anak-anak tersebut juga mendapatkan nilai lebih tinggi pada tes yang mengukur imajinasi dan kreativitas.
Berbagai penelitian lain juga mendukung bahwa bermain membuat anak belajar kekuatan dan batas-batas kemampuan dirinya. Si Kecil jadi lebih mampu menyiasati realitas melalui permainan pura-pura. Kemampuan abstraksi anak pun kian terasah karena ia mengenal berbagai konsep, seperti besar-kecil, atas-bawah, dan penuh-kosong.
Bermain juga membuat anak mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi (mulai mengamati, mengurut, membedakan, membuat ramalan, membandingkan,sampai menarik kesimpulan), serta menentukan hubungan sebab-akibat. Kemampuan intelektual yang anak peroleh melalui kegiatan menyenangkan ini, dapat menjadi bekal yang sangat berguna untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam kehidupannya kelak.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host